By Sydney _______________________
Dimana?
Dimana Tuhan Itu?
Di mana Engkau,
Tuhan yang namanya dipanggil miliaran bibir,
yang dicintai hingga Musa menangis
di hadapan-Nya,
hingga Ibrahim rela kehilangan putranya
demi-Nya.
Apa yang Ia bisikkan pada Yusuf
hingga cinta Yusuf pada-Nya lebih indah dari dunia dan Zulaikha?
Apa yang Ia janjikan
hingga Muhammad rela dihina
dirinya
demi menyebut nama-Nya?
Jika mereka sedekat itu dengan-Nya,
mengapa jarakku terasa sejauh ini?
Tidak pernah aku meresa seperti Ayyub
yang rusaklah kulitnya tetapi tetap merasa dikasi,
Lalu bagaimana rasanya bersujud dengan air mata itu?
Karena aku belum pernah benar-benar bersujud
dengan hancur,
kepalaku belum menyentuh tanah
dengan rindu,
air mataku belum jatuh karena takut
kehilangan-Nya.
Namun palem-palem menundukkan
tangkainya kepada-Nya juga.
Maka bolehkah aku juga menunduk
kepada Tuhannya Ayyub?
Atau apakah aku terlalu berat untuk
Ia terima?
Suatu malam,
aku melihat ibuku menangis
menyebut namaku di hadapan Tuhannya Isa.
Apa yang Ibu katakan, wahai Tuhan?
Apakah aku ini anak yang sebegitu berdosa
sehingga ia mengeluhkan ku kepada-Mu?
Mengapa ia menyatukan kedua tangannya di hadapan-Mu?
Tolong bisikkan kepadaku,
Tolong beri aku peringatan agar aku
bertaubat.
Izinkan aku mencintai-Mu.
Seperti Ibu dan Bapakku mencintai-Mu.
Dan meski insan ini tak seindah
para kekasih-Mu.
Tak seharum bunga-bunga surga-Mu,
tapi salah satu hamba yang setia, untuk
selalu bertasbih menyebut namamu,
Tuhan Yang Maha Esa.


Post a Comment