FkaTtGoWaoCAhuH4FEsIuU7rzVbSD7GG1WVSzEgy
Bookmark

Sampai Jumpa Gebang

By Sydney __________________________
Awalnya, 
kami hanyalah langkah-langkah berbeda,
datang dengan cerita 
dan arah masing-masing,
tak banyak yang kami tahu tentang satu sama lain,
hanya nama yang dipertemukan tanpa rencana.

Namun hari demi hari mengajarkan kami untuk tinggal,
berbagi lelah, tawa, dan cerita yang sederhana,
hingga tanpa terasa,
orang-orang asing ini melebur
…menjadi sebuah pelangi.

Bersama pelangi itu,
kami datang membawa koper dan harapan,
menyusuri jalan desa
menyisir pesisir pantai

Gebang Mekar, 
nama yang kami eja pelan-pelan 
di surat pendaftaran
sebelum akhirnya...
menjadi rumah.

Banyak harapan di sana,
Mata-mata kecil mencari masa depan,
berlarian di gang-gang sempit,
menyimpan cita-cita yang terdengar kecil
tapi besar di hati mereka.

"Cita-cita aku mau jadi dokter.”
"Aku mau jadi guru."
“Aku mau jadi pengusaha ikan.”
“Aku mau terbang di angkasa, jadi pilot.”
“Kalau sudah besar aku mau kuliah kaya kakak-kakak KKN.”

Dan dari semua mimpi itu, 
Kami ingin menjadi lilin kecil,
Menyalakan semangat
Bahwa “Kamu boleh bermimpi sebesar itu”

Tapi kini...
Waktu memanggil kami pulang,
Matahari sudah semakin cerah, 
dan pelangi perlahan memudar,

tapi bagaimana dengan pertanyaan 
"Kak, besok ngajar lagi kan?”
Yang kami tidak bisa jawab lagi dengan 
kata... "Iya.”

Kami akan merindukan tangan-tangan kecil yang menarik baju kami,
suara-suara yang berebut memanggil nama kami, (Kak Ririnnn)
dan barisan kaki yang berlari menyambut
setiap kali kami datang ke gerbang itu.

Selamat tinggal, anak-anak Gebang Mekar,
tapi tidak selamanya,
sebab suatu hari nanti,
ketika kami datang kemari lagi,
kami ingin mendengar kalian bercerita,
bahwa mimpi kalian sudah jadi nyata...
0

Post a Comment